Senin, 13 Maret 2017

PUISI - PULANG

Cinta yang rindu,
cinta yang sendu,
cinta yang tabu,
cinta yang abu.


Menikam sesak perjalanan kalbu.

Bukan waktu.
Aku dikoyak pedihnya sembilumu.


Pulang,
pulang,
hilang.


(06-03-2017)

Selasa, 22 Maret 2016

PUISI - INGATKAH KAU?

 INGATKAH KAU?
Oleh Nanda Abdul Karim
 
Mari mereguk kebahagiaan bersama
Itukan inginmu?

Biarkan bayangku memelukmu
Menutupi luka yang masih luka
Menyayangi keabadian
bersama ketidak abadian

Ingatkah kau?
Ketika bisikmu masih samar
Ketika bahagiamu terbakar
Ingatkah kau akanku?

PUISI - RINDU YANG MENGGERUTU

 RINDU YANG MENGGERUTU
oleh Nanda Abdul Karim
 
Aku selalu menanti malam
Di bawah langit kelam kelabu
Menanggung rinduku yang kian tenggelam
Rindu yang menggerutu di kalbu

Wahai sang pujaan,
harus berapa lama aku menanggung rindu?
Ia terus saja memberontak waktu

Angin masih berhembus
Kemanakah ia?
Kemanakah aku dapat mendekapmu?
Sedangkan kau tak lagi
menghembus angin

PUISI - RINDU KEDUA KALINYA

RINDU KEDUA KALINYA
oleh Nanda Abdul Karim

Rinduku,
Rindu kedua kalinya
Ia telah tandus,
juga pupus
Ia telah hilang,
dalam gersang
Ia cemburu,
pada rindu yang merayu

PUISI - OH MAWAR...


OH MAWAR...
oleh Nanda Abdul Karim


Menjadi bagian dari warna merahmu
Oh mawar,
Duri-durimu memberi warna merah juga padaku
Bukan,
Bukan merah harum mawarmu
Tetapi merah,
Merah segar amis darahku
Ia mengucur perlahan dari ibu jariku

Durimu kecil
Durimu tajam
Memberi merah pada ibu jariku yang diam
Ibu jariku menangis


Durimu kecil
Durimu tajam
Tak pernah ibu jariku semerah ini


Oh mawar,
Kau merah, aku juga merah
Merahmu segar, merahku hambar
Merahmu kusuka, namun merahku terluka


Oh mawar,
Cukuplah untuk merahku ini
Aku takkan lagi bermain
dengan merahmu yang merayu


Selasa, 15 Maret 2016

PUISI - RINDU......

  RINDU......
OLEH NANDA ABDUL KARIM

   
Dari rahim puisi,
terlahir anak-anak kata
Terlahir pula rindu-rindu yang mendewasa
datang memangku waktu

Lalu,
Luka-luka datang, bermain dengan waktu
Mengubur dalam-dalam rindu-rindumu
Rindu-rindu yang pernah kau titipkan
pada rahim puisi

PUISI - KITA YANG SAMA

 KITA YANG SAMA
OLEH NANDA ABDUL KARIM


Sisi lain kita sewaktu pulang
Akupun juga manusia seperti itu
Karena kita adalah sosok yang sama
Kaupun masih gadis yang sama

Aku ingin berhenti sejenak
Memandang langit lain
Sesuatu yang membawaku kesini
Tanpa ada angin yang bernyanyi

Aku berbagi lara kepada angin
Aku berbagi pedih kepada langit
Menunggumu disini,
Letih aku sendiri,
Melawan kesepian hati