LINANGAN AIR MATA
by Nanda Abdul Karim
Linangan air mata dalam sunyi
Menutup mulut untuk tak bicara
Tiada ruang yang tercipta
Tipu daya rasa memecahkan
Kembali dalam sebuah harapan
Langit rindu kian menghampa
Kertas usang telah terhapuskan
Masa kelam telah terlewatkan
Mencaci mimpi yang tak terdengar
Kesengsaraan di balik sendu
Terbentang luas erangan suara
Berbisik di sepanjang langkah
Menghirup warna-warna luka
Membuka celah-celah rasa
Menyerukan keriangan dalam pagi
Irama ketukannya bertukar senja
Biarkan aku mengalir
Kau takkan mungkin terkenang abadi
Tulang rusukku terpatahkan karenamu
Tergores halus dalam linangan hangatku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar