Senin, 24 Februari 2014

PUISI - LINANGAN AIR MATA

LINANGAN AIR MATA
by Nanda Abdul Karim

Linangan air mata dalam sunyi
Menutup mulut untuk tak bicara
Tiada ruang yang tercipta
Tipu daya rasa memecahkan

Kembali dalam sebuah harapan
Langit rindu kian menghampa
Kertas usang telah terhapuskan
Masa kelam telah terlewatkan

Mencaci mimpi yang tak terdengar
Kesengsaraan di balik sendu
Terbentang luas erangan suara
Berbisik di sepanjang langkah

Menghirup warna-warna luka
Membuka celah-celah rasa
Menyerukan keriangan dalam pagi
Irama ketukannya bertukar senja

Biarkan aku mengalir
Kau takkan mungkin terkenang abadi
Tulang rusukku terpatahkan karenamu
Tergores halus dalam linangan hangatku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar