KAU TAK LAGI MENJADI BUNGA TIDURKU
Oleh Nanda Abdul Karim
Saat langkah terlanjur mendekati malam
Kupenjarakan hangat yang pernah datang
Hujan bersuara mendayu perih
Tinggallah mimpi tak bersamaku
Tak dapat kudengar puisi jiwamu
Jiwaku tlah mengering
Gersang menyambut ruang sepiku
Melamunkannya sendiri
Dari ribuan sajakku untukmu,
adakah salah satunya kau pahami?
Setiap gerak-gerik langkahmu
tertuang didalamnya.
Kau tak lagi menjadi bunga tidurku
Tak lagi bergema di ruangku
Aku hampa menatap malam
Lalu, hujanpun turun,
mengalir bersama air mata