DUKA NESTAPA
By Nanda Abdul Karim
Terbaring lemah di ufuk senja
Jangan tanya siapa yang menangis
Dari dulu memang begitu
Ia takkan beranjak pergi
Aku tak tahu alasannya
Tersabut oleh kabut malam
Duka nestapa menumpuk luka
Lepas hembusan nafas yang panjang
Hanya waktu yang menjawab
Tajam arah mata melihat
Meniti jalan kepedihan
Berani hidup melawan mati
Waktu kian berjalan
Tak menentu kapan berhenti
Rupa menua raga merenta
Bagai perahu di atas samudera
Tidak ada komentar:
Posting Komentar