BURUNG CAMAR
by Nanda Abdul Karim
Burung camar terbang di senja yang senyap
Berayun halus mengepakkan sayap
Terbang merendah jauh menghinggap
Dengan tenangnya ia berharap
Berdentinglah tetes air di telaga
Khayal yang tinggi tak terhingga
Mengetuk ruas ruang-ruang surga
Ia berdiri tiada bangga
Yang terdahulu tertulis pilu
Yang tekah lalu dalam masa lalu
Yang tertutupi hitam selalu
Yang meradang penuh kelu
Syair tersampaikan baitnya
Tertulis dalam catatannya
Huruf-hurufnya kalimat nyata
Kalimatnya menjadi kata-kata