Minggu, 26 Oktober 2014

CERITA DALAM KATA - HABISLAH JIWAKU MENJADI ABU



         HABISLAH JIWAKU MENJADI ABU
Oleh Nanda Abdul Karim

          Aku tidur dalam kesendirian, dengan jenuh yang mencekam. Menjadi puncak akhir kisahku yang terbelenggu ragu dalam balutan kisah cintaku yang bisu. Aku hanya menjadi puing di dalam nalarku sendiri, dengan jiwa yang penuh ego ini. Ambillah belatimu, tusuk aku tepat di dada ini. Biar ku tanggung perihnya bagaimana aku melewati duri-duri ini.

        Patahkanlah sayap khayalku ini! Agar ku tak dapat lagi terbang mengusik hidup dan fikiranmu! Mengejarmu bagaikan mengejar angin yang tak tampak dimata. Buanglah aku di penghujung malam. Hilangkan aku dikala aku terlelap penuh bimbang. Seret jiwaku agar kau tenang di dalam kesengsaraan yang terus mengusikmu.

       Menjelanglah pagi. Ayam pun berkokok membangunkan insan yang lemah tiada daya. Aku terkapar. Tergeletak diantara puing-puing bara api yang memanaskan jiwaku. Aku di kelilingi jiwa yang penuh api amarah, yang membara di kedua bola mata mereka. Aku tak bisa bergerak. Nafasku hilang. Jantungku berdegup kencang. Lalu bara panas itu menancap di kedua mataku. Aku berteriak kuat, namun percuma. Dan, habislah jiwaku menjadi abu. Menjadi tumpukkan hina di atas segala penderitaanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar