Sabtu, 02 November 2013

PUISI - SEKETIKA TERDIAM

SEKETIKA TERDIAM
Oleh Nanda Abdul Karim

Senja pun menjelang malam
Fajar pun perlahan menghilang
Hitam kelamnya malam kembali datang
Hanya bulan bintang yang menerangi malam

Bukan saatnya untuk menyerah
Setelah apa yang terjadi kita hanya diam
Tenggelam bersama kehampaan yang mendalam
Terhanyut terbawa keras arus kehidupan

Sampai kapan kita membisu?
Telah tercatat dalam buku hitam dunia
Waktu yang singkat akan berhenti
Tertutup oleh kabut tebal yang perih

Walau hanya sebatas jalan kering
Disanalah kau aku kita serta mereka melaluinya
Pergi menjauh dari sangkar yang mengekang
Terbang melayang bersama hembusan angin

Seketika itu kita memandangi sekeliling
Melihat dengan kehancuran hati yang lelah
Berpegangan dengan pendirian yang kuat
Yakinlah, karena hanya Dialah pemilik kehidupan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar