SEKETIKA TERDIAM
Oleh Nanda Abdul Karim
Senja pun menjelang malam
Fajar pun perlahan menghilang
Hitam kelamnya malam kembali datang
Hanya bulan bintang yang menerangi malam
Bukan saatnya untuk menyerah
Setelah apa yang terjadi kita hanya diam
Tenggelam bersama kehampaan yang mendalam
Terhanyut terbawa keras arus kehidupan
Sampai kapan kita membisu?
Telah tercatat dalam buku hitam dunia
Waktu yang singkat akan berhenti
Tertutup oleh kabut tebal yang perih
Walau hanya sebatas jalan kering
Disanalah kau aku kita serta mereka melaluinya
Pergi menjauh dari sangkar yang mengekang
Terbang melayang bersama hembusan angin
Seketika itu kita memandangi sekeliling
Melihat dengan kehancuran hati yang lelah
Berpegangan dengan pendirian yang kuat
Yakinlah, karena hanya Dialah pemilik kehidupan
Oleh Nanda Abdul Karim
Senja pun menjelang malam
Fajar pun perlahan menghilang
Hitam kelamnya malam kembali datang
Hanya bulan bintang yang menerangi malam
Bukan saatnya untuk menyerah
Setelah apa yang terjadi kita hanya diam
Tenggelam bersama kehampaan yang mendalam
Terhanyut terbawa keras arus kehidupan
Sampai kapan kita membisu?
Telah tercatat dalam buku hitam dunia
Waktu yang singkat akan berhenti
Tertutup oleh kabut tebal yang perih
Walau hanya sebatas jalan kering
Disanalah kau aku kita serta mereka melaluinya
Pergi menjauh dari sangkar yang mengekang
Terbang melayang bersama hembusan angin
Seketika itu kita memandangi sekeliling
Melihat dengan kehancuran hati yang lelah
Berpegangan dengan pendirian yang kuat
Yakinlah, karena hanya Dialah pemilik kehidupan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar