Jum'at, 25 Oktober 2013 19:51 |
NOAH
Dalam menggarap film NOAH, Putrama Tuta selaku
sutradara mengaku tak punya banyak referensi. Menurutnya, konsep yang
dikedepankan dalam film ini adalah yang berbeda dari film-film
dokumenter yang pernah ada.
"Saya ga pakai referensi bikinnya. Ini cara kami bercerita. Ga ada band
lain di dunia ini yang bisa menyaingi mereka dalam hal ini (survive).
Mereka layak di dunia musik ini," kata Tuta di Sampoerna Strategic,
Semanggi, Jakarta Selatan (23/10).
Salah satunya adalah kerja keras NOAH untuk bisa bertahan di blantika musik tanah air dengan musibah yang menimpa sang vokalis, Ariel.
"Kerja keras, bisa mengembalikan band meskipun ketika ada musibah yang
menimpa. Sebuah band bisa kembali, dan menjadi nomer satu di industri
musik saat ini," lanjutnya.
"Gila aja kalau konser 4 hari seminggu. Setahun berapa kali tuh. Itu
contoh kecilnya. Gue belum pernah ketemu orang yang kerja kerasnya
melebihi NOAH, apalagi ketika mereka di atas. Kalau di bawah kan wajar," tutur Tuta.
Menurut Tuta, jarang sekali band yang memiliki visi dan misi yang sangat rapi, seperti halnya NOAH. Bahkan ketika mereka di atas puncak popularitas. "NOAH tahu
visi mereka. Jarang sekali satu band yang memiliki visi jelas dan
tujuan untuk mewujudkannya. Begini cara mereka mencintai musik mereka,"
tukasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar