MAAF, BILA KEMARIN AKU
MELUPAKANMU
Oleh Nanda Abdul Karim
Maaf, bila kemarin aku melupakanmu. Segala tentangmu, tempatku
memulai rasa yang kupendam semu. Seperti apa yang telah kulalui, aku melupakan
jalanmu ditengah derasnya rindu. Jarak ini merenggut fikiran. Jauhnya
perasaanku, apakah sampai kepada hatimu?
Setiap
malam aku bersenandung, berharap engkau mendengarkanku. Segala tentangmu,
rinduku akan bayangmu. Namun, kau jauh dan kita pun berbatas. Di balik senyum
itu, aku menyukaimu, tak lebih dan tak kurang untukku. Kau adalah keindahan di
antara lekuk pelangi. Aku, dalam bathin menghadapi jerit-jerit lirih suara
hati, tentang dirimu.
Aneh
memang, namun apakah kau dapat merasakannya? Makna yang begitu dalam bagiku,
yang tak dapat teruntaikan melalui lisan ini. Setiap bayang dikala senja,
menemaniku kala ku sepi sendiri. Debur ombak yang membasahi kaki, sungguh indah
bila kau ada disini bersamaku. Jalanku tak pernah tenang, walau angin berhembus
merdu. Desir alam bergema riang, nafasku sejuk meresapi, namun tak seindah rasa
ini yang kupendam ini.
Tatkala
mimpiku layu, aku hanya memikirkan dirimu, membayangkan kau yang sedang
tersenyum. Adakalanya aku diam, dalam berjuta bahasa yang kuselipkan di antara
puisiku. Tak menarik memang.
Seindah sang
mentari yang datang menyinari, lembutmu merenggut hatiku. Aku tak mampu, tak
kuasa menahan rindu. Datanglah dalam hatiku, di tempat yang terdasar yang ingin
kau tempati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar