Rabu, 24 Desember 2014

CERITA DALAM KATA - MAAF, BILA KEMARIN AKU MELUPAKANMU



MAAF, BILA KEMARIN AKU MELUPAKANMU
Oleh Nanda Abdul Karim

      Maaf, bila kemarin aku melupakanmu. Segala tentangmu, tempatku memulai rasa yang kupendam semu. Seperti apa yang telah kulalui, aku melupakan jalanmu ditengah derasnya rindu. Jarak ini merenggut fikiran. Jauhnya perasaanku, apakah sampai kepada hatimu?

      Setiap malam aku bersenandung, berharap engkau mendengarkanku. Segala tentangmu, rinduku akan bayangmu. Namun, kau jauh dan kita pun berbatas. Di balik senyum itu, aku menyukaimu, tak lebih dan tak kurang untukku. Kau adalah keindahan di antara lekuk pelangi. Aku, dalam bathin menghadapi jerit-jerit lirih suara hati, tentang dirimu. 

      Aneh memang, namun apakah kau dapat merasakannya? Makna yang begitu dalam bagiku, yang tak dapat teruntaikan melalui lisan ini. Setiap bayang dikala senja, menemaniku kala ku sepi sendiri. Debur ombak yang membasahi kaki, sungguh indah bila kau ada disini bersamaku. Jalanku tak pernah tenang, walau angin berhembus merdu. Desir alam bergema riang, nafasku sejuk meresapi, namun tak seindah rasa ini yang kupendam ini.

     Tatkala mimpiku layu, aku hanya memikirkan dirimu, membayangkan kau yang sedang tersenyum. Adakalanya aku diam, dalam berjuta bahasa yang kuselipkan di antara puisiku. Tak menarik memang.

    Seindah sang mentari yang datang menyinari, lembutmu merenggut hatiku. Aku tak mampu, tak kuasa menahan rindu. Datanglah dalam hatiku, di tempat yang terdasar yang ingin kau tempati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar