TABIR JIWAKU
Oleh Nanda Abdul Karim
Tabir jiwaku tersibak
Menyeka kepedihan pada alurnya
Hujan menyukai awan
Hingga tanah penuh amarah
Sebaiknya aku bercerita
Dalam nuansa alam yang bergema
Jangkrik melepas suara di malam
Katak bergumul dalam hujan
Datanglah. Bawa semua penghalang jiwa
Tatkala aku di ikat batas dunia
Hitamlah. Buanglah arang itu dalam laut
Lalu, bangunkan aku
untuk bersujud kepada Penciptaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar