Kamis, 25 Desember 2014

CERITA DALAM KATA - UNTUK SEBUAH KOTA YANG BERNAMA ACEH

UNTUK SEBUAH KOTA YANG BERNAMA ACEH
Oleh Nanda Abdul Karim

     Pergi dalam perbatasan, ketika malam mulai menghilang. Tak ada lagi darah yang menetes lewat nadiku. Semua berlalu begitu saja tanpa ada pesan yang membuatku percaya. Berjalan menuju sebongkah intan yang berkilau, namun itu hanya semu. Lukisan ini tak bernyawa, namun berarti bagiku. Tak banyak yang mengerti tentang adanya khayal ini. Rahasia ini memang sungguh rahasia, tak ada yang takjub, tak pun ada yang membacanya dan tak ada yang menjumpai.


      Melintasi batas yang memang terbatas. Saat pagi mulai menghembuskan dingin, saat langit mulai membiru, tak kutemui jiwa yang terbangun. Tempat ini sungguh sunyi, bagai laut tanpa ombak, sunyi sekali. Aliran air ke muara sungguh tak berdecik. Embun pun enggan untuk menyentuh sukmaku. Apa yang terjadi pada pagi ini?


      Lihatlah, muara itu begitu kosong, bagai terhujam kemunafikkan hujan. Banyak yang tenggelam dalam kenistaan, banyak yang mati dalam kehinaan dan banyak yang mati dalam senyuman serta pelukan. Jam terasa tak berdetik.  Kala itu memang mencekam jiwa, akupun diambang ketakutan yang kuat. Jalan-jalan ini penuh lumpur, menghambat langkah kaki yang kuat berjalan. Mengapakah begini?


      Sebuah kisah dalam sebuah berita. Aku tak mampu lagi memainkan kata, ini begitu pedih. Air mata berurai dalam, untuk sebuah kota yang bernama ACEH……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar