Rabu, 25 Februari 2015

CERITA DALAM KATA - SEBELAS NYAWA



SEBELAS NYAWA
Oleh nanda abdul karim

     Aku tak pernah menjumpai nyawa kebahagiaan. Aku terlalu haus untuk mendakinya, seperti lupa akan buruknya hati. Sekuntum mimpi yang pernah tersemat kini telah terlepas dari dasarnya. Menyadari akan hal yang tiada kuperoleh dari nafasnya. Mungkin terlalu awal menyangkal dan terlalu cepat meninggalkan.

        Awan mendung penampung kesedihanku telah mengalir deras dari langit. Membasahi nyanyian burung-burung gereja yang tengah bertenang diri di ranting ketenangan. Patah! Hancurlah perapiannya yang indah. Kotak tertawaku telah hilang dan ia takkan pernah kembali. Dan aku masih tetap mencari keberadaan mereka, keberadaan yang menunjukkan kemunafikkan.
       
        Lara! Hujannya begitu pedih, hingga menyentuh rusukku yang damai di dalamnya. Mengapa jalanmu begitu mulus? Dan mengapa jalanku berlubang.
       
        Lihatlah, betapa tersiksanya jiwa ini. Dan bilaku pergi dari keramaian ini, mungkinkah aku dapatkan ketenangan di dalam sunyi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar