Kamis, 05 Februari 2015

CERITA DALAM KATA - TERSIMPUH LUKA



Tersimpuh luka
Oleh nanda abdul karim

Sudah lewat tengah malam, mengapa embun tak kunjung datang? Begitu tertekan malamku yang hampa. Dimana gelak tawa yang harmoni? Sebab apakah cahayanya mati?

        Haruskah aku peduli kepada bunga-bunga tidur? Membuka jendela saja aku tak ingin, mengapa aku harus peduli? Sungguh pengkhianatan yang besar dari langit kepadaku. Ia tak seindah yang ku bayangkan, hanya sisi luarnya saja yang menawan.

        Aku merenungkannya. Lalu kutaruh seikat ketenangan di tempat yang bernama jiwa. Lalu kulepas penghalang yang bernama ego dan amarah. Ku kenakan selembar kapas yang bernama hati nurani untuk menuntun jiwa menuju ketenangan surgawi. Ku koyak kulit yang bernama benci, lalu ku campakkan ke dalam tumpukkan belatung-belatung dosa.

        Alampun bersorak gembira. Embun telah dating. Di selanya, ia meniupkan kesejukkan bersama dengan iring-iringan gitar yang bernama kehidupan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar