SEPI TERUS MENANTI KE PERSEMAIAN
Oleh Nanda Abdul KArim
Selembar
kertas putih
Tertuang
oleh tinta yang bernama keinginan
Melepas
aroma kehangatan senja
Salahkah
aku dan permohonanku?
Hening
malam tanpa nyanyian
Rinduku
hanya tersampai dalam selembar kertas
Rindu
yang serupa
Rindu
yang teruntai di tengah gerimis
Tak
pernah terjamah
Walau
mega merah mengandung sejuta kata
Daku
tak mampu tersenyum
Sepi
terus menanti ke persemaian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar