KECEWA YANG TERDALAM
OLEH NANDA ABDUL KARIM
Sebait luka menghampiriku, jauh mendasar
menghembus nadi. Dan kesenyapan dunia memenuhi relung jiwa. Demikianlah aku
terdiam untuk setetes perasaan semu. Angin mengiringi barisan lantunan
syair-syair burung camar. Langit melafalkan makna di suatu kesedihan yang
merenggut ceria di setiap waktu.
Aku terjatuh ke dalam lubang, tanpa ada
udara yang menyentuh sepercik keinginan. Menyendiri di tempat terpencil,
terisak sekian lamanya. Laut melepaskan ombaknya memikul pertengahan, menepi di
ujung karang yang diam. Memikul apa yang disebut melebihi kecewa, seperti di
ikuti segerombolan serigala malam yang melolong membisingkan sunyi.
Lalu, bunga mawar pun layu dan aku
menangis di dalam kenangan yang patah. Ketika aku menatap langit, hanya awan
hitam yang tampak, tanpa ada warna setitikpun. Aku menjauh, menjelajahi
dalamnya hutan yang kelam. Tergelincir di kekecewaan yang membunuh hati. Di
tempat aku melukis mimpi, rasaku telah sirna untuk hati yang tenggelam dalam
kesunyian hari.