Kamis, 15 Januari 2015

PUISI - LALU,



LALU,
OLEH NANDA ABDUL KARIM

Geloraku bernyawa
Berhembuslah laju tawa kepadanya
Sungguh dengan kesungguhan menyentuh
Bagai kapal berlayar jauh

Puluhan jarak kutempuh
Sekedar meniupkan api asamara
Bahkan jutaan bintang menunggu
Sekedar ingin tahu

Ditempat lainnya,
Kau mengecup embun yang basah
Maka,
Aku tidaklah terlalu gemetar
Walau mendengar kalbuku berjibaku

Mulanya sebatas angin
Lalu sebatas waktu
Lalu sebatas semu
Lalu,
Lalu,
Dan berlalu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar