LALU,
OLEH
NANDA ABDUL KARIM
Geloraku bernyawa
Berhembuslah laju tawa kepadanya
Sungguh dengan kesungguhan
menyentuh
Bagai kapal berlayar jauh
Puluhan jarak kutempuh
Sekedar meniupkan api asamara
Bahkan jutaan bintang menunggu
Sekedar ingin tahu
Ditempat lainnya,
Kau mengecup embun yang basah
Maka,
Aku tidaklah terlalu gemetar
Walau mendengar kalbuku berjibaku
Mulanya sebatas angin
Lalu sebatas waktu
Lalu sebatas semu
Lalu,
Lalu,
Dan berlalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar