ILALANG SENJA
OLEH NANDA ABDUL KARIM
Ilalang bergelak tawa, bersahutan kala
senja, menggelitik jiwa. Takkan terjatuh air mata, disini tempat menuai benih-benih
asmara. Di tempatnya, jingga kian indah menampak, sedang manusia menutup
jendela di waktunya. Melihat dalam diam di atas ruang pertemuan nafas. Yang
terdekat untuk meraih pucuk-pucuk mimpi
nan bergelimang, memutarinya untuk waktu yang panjang.
Sementara itu, aku menemukan riangnya
sukma yang disentuh alam. Kunci tempat kita menuju bintang dan menari di atas
awan yang bergumpal. Merebahkan diri dan membiarkan jiwa terhanyut ke dalam
lelapnya dunia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar