Akulah
tak pernah menyala
Oleh
nanda abdul karim
Aku menunggu cinta di tepian dermaga
Memandang indah Sang surya
Kepadanya aku bertanya-tanya
Bila aku kembali terang?
Maka berpendarlah cahaya
Musnah sudah muram merana
Bergerak ribuan langkah keluar
Menyayat tubuh
Merobek jantung
Untuk usianya kepada angin
Luapan Kristal mata memecah embun
Lalu,
Sudahkah segala penerimaanku ini?
Diam dan mendiami apa yang terdiam
Akulah tak pernah menyala
Akulah tak pernah menyala
Tidak ada komentar:
Posting Komentar