LANGKAH DI
BALIK LANGKAH
By Nanda Abdul
Karim
Jiwaku meraung-raung bagai seekor Raja Singa yang lapar akan daging. Mencari
darah segar di tengah padang yang gersang. Mengincar mangsa di balik semak belukar
dengan mata tajam yang penuh untuk menghancurkan.
Langkah demi langkah ku pijakki tanah dengan cakar-cakar tajam yang siap
menusuk dan membunuh. Taring-taringku memanjang demi rahang telah terbuka.
Lantas, apa yang harus ku jejaki jika mangsaku tetap berlari menembus
langit-langit senja?
Aku merintih, mengharap ada yang ku temukan. Namun, yang ku harapkan itu
tiada hadirnya. Aku pun menyandarkan diri di balik pohon, lalu terlelap
bersamanya.
Tiba-tiba aku terbangun dengan jeritan keras yang menyaringkan telingaku.
Aku berlari dan berusaha mencari suara itu. Namun, yang ku lakukan hanya
sia-sia. Yang ku dengar bukanlah jeritan keras, namun ujung-ujung langit yang
menghentakkan bumi dengan kerasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar