MUSIM GUGUR
By Nanda Abdul
Karim
Ranting-ranting pohon menjatuhkan helaian daun yang begitu indah. Berguguran
dengan begitu nyamannya. Lantunan irama-irama syahdu menjadikan musim gugur
menyentuh kalbu.
Awan-awan terus berjalan melewatkan hamparan yang sangat luas. Gemericik air
danau menyatukan perasaan damai. Tirai-tirai senja akhirnya tertutup, seiring
warna-warna lentera menerangkan perjalanan. Bisingnya jalanan dengan
orang-orang yang berlalu lalang semakin mengartikan bahwa dunia penuh dengan
nafas kehidupan.
Lalu aku duduk di antara rerindangan pohon yang menyejukkan hati.
Denting-denting menyaringkan suasana yang awalnya senyap. Lanta-lantai yang
beralaskan tanah gersang semakin menenggelamkan jiwa-jiwa dalam kepahitan.
Syair-syair kerinduan menusuk kalbu para insan yang membawa mereka ke atas
awan kebahagiaan. Kepakkan iramanya melayangkan sayap-sayap yang mulai rapuh.
Lalu terjatuh menghempas tanah bumi yang keras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar